Ada Duri di dalam Kerongkonganku

by DEWA


Sungguh naas sekali nasib saya kemarin, saat buka puasa, tidak sengaja saya menelan duri ikan bandeng. Sungguh sakit sekali, sampai saat saya menulis tulisan ini pun, duri itu masih menancap dalam di kerongkongan saya. Bagi pembaca yang tahu bagaimana cara menghilangkan duri yang terganjal, saya mohon berbagi tips di sini ya.

Pagi harinya adik saya bersama teman – temannya bermain ke WBL. Oleh karena WBL terlalu ramai, adik saya cuma mampir ke warung soto lantas membeli oleh – oleh bandeng duri lunak (presto) dan otak – otak bandeng untuk keluarga di rumah.

Oleh – oleh dari adik tersebut ibu saya sajikan untuk hidangan buka puasa. Saya dan ibu saya pun menikmatinya. Seperti layaknya orang berbuka, saya makan dengan lahapnya. Selain bandeng, tersedia juga pentol Kabul khas Mojokerto.

Mungkin saya terlalu percaya dengan frase “tulang lunak atau presto” dari bandeng oleh – oleh adik, sehingga saya langsung memakannya tanpa memilah – milah durinya. Ternyata saya baru menyadari bahwa duri dari bandeng itu masih keras saat saya memakannya. Namun semuanya terlambat, tiba – tiba, aduh, ada duri yang menyangkut di kerongkongan saya.

Saya sudah mencoba berbagai teknik untuk menghilangkan duri yang mengganjal ini. Saya sudah mencoba menghilangkannya dengan menggelontorkan air putih, memakan nasi yang belum dikunyah, dan cara – cara tradisional lainnya. Akan tetapi, setelah kami selesai acara tahlilan di peringatan meninggalnya tiga hari-nya pakdhe Kamil pun, saya masih belum bisa menghilangkan duri ini.

Semoga duri ini bisa hilang secepatnya. Sungguh membuat hari – hari saya tidak nyaman. Doh.,