Bermain, Bersilahturahmi, dan Berkelana bersama X2 di Kutorejo

by DEWA


Senang sekali rasanya bisa berkumpul bareng dengan teman – teman kelas X2 tahun 2006 – 2007. Acara kumpul bareng kali ini memang direncanakan beberapa hari yang lalu. Rencananya kami cuma bersilahturahmi bersama di rumah habibi. Meskipun yang menghadiri hanya 18 orang, acara tersebut bisa meningkatkan tali silahturahi di antara kami.

Awalnya saya berencana untuk tidak mengikuti acara ini, karena selain masih banyak tugas yang harus saya kerjakan, lokasi rumah habibi sebagai tempat halal bihalal lumayan jauh. Akan tetapi benak saya berkata lain. Sangat jarang agenda silaturahmi bersama kelas X2, yang biasanya adalah silahturahmmi IA2. Oleh karena itu saya berubah pikiran dan berencana untuk menghadirinya.

Sebelum berangkat ke rumah habibi yang berjarak sekitar 20 km dari pusat kota, kami berkumpul di rumah Luluk, di wilayah Ngaglik. Saya berangkat menuju rumah luluk pukul 09.00. Ternyata rombongan sudah lengkap dan langsung berangkat menuju rumah Habibi di Kutorejo.

Kami tiba di rumah Habibi pukul 11.00. Saat itu sudah ada Citra, Vita, Ferdi, Zulmi, dan Akbar di rumah Habibi. Saya, Masrida, Luluk, Awik, Ade, Dila, Herlia, Nilam, Alif, Irma, dan Adna baru saja tiba setelah salah memilih jalan.

Ibunda Habibi menyambut hangat kedatangan kami. Meskipun beliau memiliki agenda ke Kota Mojokerto, beliau masih menyempatkan diri menjamu kami. Setelah beberapa menit, beliau pergi.

Suasana di rumah Habibi

Acara ini tidak dikonsep secara matang, sehingga setelah kami bercanda gurau dan ngobrol tanpa topik yang jelas, kami kehabisan ide mau mengadakan acara apa. Oleh karena hari ini hari Jumat, acaranya kami tunda sampai selesai salat Jumat.

Saya dan teman – teman salat Jumat di masjid samping rumah Habibi. Masjidnya sangat besar dan masih dalam tahap pembangunan. Yang menjadikan masjid tersebut unik adalah adanya jam matahari di halaman depan masjid. Setahu saya, hampir semua masjid sekarang sudah tidak menghiraukan jam matahari.

Jam Matahari di masjid samping rumah Habibi

Setelah salat kami kembali ke rumah Habibi untuk melanjutkan acara. Acara selanjutnya adalah makan – makan. Agar tidak merepotkan si empunya rumah, kami membawa gado – gado dari rumah Luluk. Dengan hikmat, kami makan gado – gado bersama di ruang teras rumah Habibi.

Foto – foto menjadi ajang selanjutnya setelah makan – makan. Untung saja Irma dan Ade membawa kamera digital. Kami berfoto ria sembari mengabadikan pertemuan itu. Beberapa dari kami ijin untuk berpamitan lebih cepat. Ya sudah lah, mau bagaimana lagi, masak harus kami melarang mereka pulang terlebih dahulu.

Sementara itu saya, Ade, Luluk, Citra, Vita, Nilam, Awik, Ferdi, dan Habibi masid tinggal di rumah Habibi. Kami melanjutkan acara dengan makan rujak bersama dan selanjutnya adalah foto – foto lagi. Tempat foto – foto sesi kedua adalah di lapangan depan rumah Habibi. Untuk mencapai di sana, kami membutuhkan sedikit perjuangan menyeberangi sungai.

Perjuangan menyeberang sungai

Hal yang membuat berbeda adalah terdapat kambing dan sapi di lapangan itu. Itu yang membuat sesi foto – foto kali ini berbeda. Ada yang sibuk foto – foto dengan pose – pose genitnya. Ada juga yang sibuk mendekati sapi agar bisa mengambil gambar dengan sapi.

Awik berpose di samping sapi

Foto di tanah lapang

Setelah puas mengambil dan mengabadikan gambar dengan berbagai gaya, kami memutuskan untuk kembali ke rumah Habibi dan berpamitan untuk pulang. Semoga masih ada kesempatan untuk bersilahturahmi lagi di tahun – tahun berikutnya. Amin.

Meskipun tak terkonsep, halal bihalal kali ini memberi banyak hikmah bagi saya dan teman – teman saya. Kami berada dalam satu kelas hanya satu tahun, namun hal itu tidak menghalangi kami meningkatkan hubungan baik ini. Semoga peristiwa ini bermanfaat bagi kami. Amin.