Hari Pertama setelah Kembali ke Surabaya

by DEWA


Hari ini adalah hari pertama saya di Surabaya kembali setelah libur dua minggu lebih. Saya berangkat dari Mojokerto ke Surabaya sekitar pukul 09.00. Setelah mengemas seluruh peralatan yang harus saya bawa, saya berpamitan ke ibu, kakek, dan nenek saya untuk berangkat. Saya menyempatkan untuk mampir ke rumah kakek sejenak untuk memompa ban depan saya.

Saya tiba di Surabaya pukul 10.00. Ternyata setelah dua minggu lebih saya tinggal, banyak sesuatu yang berubah. Proyek jalan toll Surabaya  – Mojokerto sudah terlihat bagus dengan banyak pohon pinang di tengah – tengah jalannya. Banyak bangunan baru sepanjang jalan. Entah ini karena saya selalu pulang ke Mojokerto pada malam hari sehingga tidak tampak jelas bangunannya atau memang benar – benar ada sejak dua minggu itu.

Tujuan saya pertama adalah ke asrama PPSDMS. Saya  dan teman – teman asrama saya berkesepakatan bahwa nanti saat agenda Family Meeting kami berbagi makanan – makanan khas daerah kami masing – masing. Saya, yang asli Mojokerto, membawa kue Onde – Onde Mojokerto. Begitu juga Imron, Nanang, Arif, dan teman – teman asrama lainnya. Mereka membawa jajanan khas daerahnya. Ternyata saya bernasib mujur. Arif mengadakan syukuran dengan ayam bakar oleh – olehnya dari Malang. Saya, Ebi, Arif, dan Irfan yang terkena imbas baiknya.

Pukul 12.30 saya pergi ke kampus dan berniat untuk ke lab pemrograman, melakukan aktifitas seperti biasanya dan menghadiri agenda rapat PH persiapan Rapat Program Kerja besok. Ternyata ITS saat itu sangatlah sepi. Semua lab ditutup sampai tanggal 20 September 2010. Parikiran dikunci dan seharusnya tidak diperkenankan mahasiswa datang ke kampus. Oleh karena itu, saya memutuskan kembali ke asrama untuk mengambil laptop agar saya tidak bosan menunggu agenda rapat dimulai.

Saya kembali ke kampus pukul 13.00. Tiba – tiba saat saya melintasi jalan Kertajaya, ban belakang saya bocor. Saya langsung SMS Tirta, Kahima saya untuk ijin terlambat rapat. Saya bergegas mencari tukang tambal ban terdekat dan saya temukan di gebang putih yang jaraknya 500m dari TKP. Huff, untung saja di sebelah tukang tambal ban ada warung es. Sembari menunggu proses menambalbannya selesai, saya memanjakan diri saya dengan minum es terlebih.

Menambal Ban

Setelah kondisi sepeda sudah layak untuk dikendarai, saya mengikuti rapat PH yang sudah 30 menit saya terlambat. Rapat itu membahas tentang persiapan PH dalam Rapat Program Kerja besok, Pengkaderan Masal ITS, dan Pemilihan Rektor ITS. Meskipun kali ini rapat PH tidak diadakan di sekretariat HMTC, suasana hikmat masih terasa di rapat tadi. Oia, tadi merupakan kali pertama PH bertemu seusai Lebaran, sehingga kami manfaatkan untuk momen halal bihalal juga.😀

Pukul 17.00 saya pulang, kali ini tidak menuju ke asrama, tetapi menuju ke kontrakan saya. Sebelum kamar saya dihuni Bagus Wisnu pada hari Senin nanti, saya harus memastikan bahwa keadaan kamar saya layak untuk dikoskan. Setelah semua sudah beres, saya meninggalkan kontrakan untuk mencari makan dan balik ke asrama.

Dari Mulyosari ke Keputih saya melewati jalan Kejawan Gebang. Di sana terdapat fenomena yang mengiris hati saya. Tampak nyata kekontrasan antara warga kelas atas dan kelas menengah-ke bawah. Setiap sabtu dan minggu malam, di jalan kecil itu diadakan pasar malam. Pasar malam itu biasanya sangat digemari oleh warga kalangan menengah ke bawah. Sungguh sangat kontras dengan ke-elite-an perumahan tepat di sebelah jalan itu. Kawasan perumahan masyarakat kalangan atas.

Pasar Malam Kejawab Gebang

Sampai di asrama saya melanjutkan proyek edit video visualisasi mimpi. Sambil menunggu bahan – bahan slide visualisasi mimpi yang belum dikirim teman saya, saya menyempatkan menulis tulisan ini. Semoga hari pertama saya di sini bisa menjadi awalan emas bagi kehidupan saya baik di akademik, organisasi, dan aspek lainnya.