Final ITBPC : Menuju ke Wisma Dago

by DEWA


Final ITB Programming Contest akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 September 2010. Untuk menghadiri acara tersebut, dua finalis dari ITS hari ini berangkat ke ITB. Oleh karena mewakili jurusan Teknik Informatia ITS, kami berangkat didanai oleh jurusan.

Kami berangkat naik Kereta Api Argo Wilis. Kami berangkat dari stasiun Gubeng Surabaya pukul 07.30. Kami harus tepat waktu karena kereta api eksekutif selalu berangkat dan tiba dengan tepat waktu.

Saya, dengan diantar oleh Nizar teman asrama PPSDMS saya, menyempatkan diri untuk sarapan terlebih dahulu. Kami mampir di warung rawon dekat Akademi Kebidanan Dr Sutomo. Setelah makan, Nizar mengantar saya menuju stasiun Gubeng. Saya tiba di sana sekitar pukul 07.10. Ternyata sudah ada Fendy, Simson, Fahmi, dan Gracius di stasiun. Setelah angga tiba, kami bergegas memasuki kereta api yang sudah datang beberapa menit sebelumnya.

Wow, luar biasa nikmatnya naik kereta api eksekutif. Jujur, ini merupakan kali pertama saya naik kereta api eksekutif. Oleh karena saya tidak memiliki saudara yang berdomisili jauh, saya jarang naik kereta api. Lomba – lomba sebelumnya pun paling mewah, saya naik kereta api bisnis. Jadi, saya sangat menikmati perjalanan ini.

Kaca jendela kereta api yang super lebar membuat saya dengan mudah melihat pemandangan di luar kereta api. Pemandangan yang sangat menarik adalah saat di perjalanan antara kota Ciamis menuju ke Kota Bandung. Kereta api melewati gunung yang sekitarnya hutan dan jurang. Nampak jelas dari kaca jendela, lengkungan rel kereta api yang tajam. Nampak jelas pula bahwa kereta api kami melewati jembatan yang amat tinggi. Subhanallah, sungguh pemandangan alam yang luar biasa.

Kami tiba di Stasiun Bandung pukul 19.30. Setelah menerobos kereta api – kereta api karena kami berusaha menuju pintu keluar utara, kami menyempatkan foto di stasiun. Lalu, kami menuju ke hotel dengan menggunakan jasa charteran. Saya kurang paham berapa harga yang harus dibayar, faktanya kami membayar Rp 50.000,00 dari stasiun menuju ke Wisma Dago.

Tiba di Wisma Dago, kami check-in dua kamar, tepatnya di kamar 212 dan 214. Kami melepaskan kelelahan sejenak dan membersihkan diri. Setelah itu, kami keluar mencari makan. Saat itu langit masih mendung dan gerimis kecil – kecilan. Karena lapar, kami nekat keluar untuk mencari makan. Akhirnya kami memutuskan untuk makan di warung dekat pertigaan di jalan Ganesha.