Final ITBPC : Babak Final Lomba ITB Programming Contest

by DEWA


25 September 2010, hari ini merupakan babak final lomba ITB Programming Contest tingkat Universitas. Sementara tanggal 26 September, keesokan harinya merupakan babak final untuk tingkat SMA. Soka dan Surobajul, dua tim finalis dari ITS turut mengikuti babak final tersebut. Saya, Fendi, dan Gracius adalah anggota dari tim Surobajul. Simson, Anggakara, dan Fahmi adalah anggota dari tim Soka.

Setelah bermalam di Wisma Dago, kesokan harinya kami bangun, mandi, dan sarapan. Setelah itu kami secara bersama – sama pergi ke ITB.Jarak antara Wisma Dago dan ITB sangat dekat. Jaraknya kira – kira 200m. Oleh karena itu, untuk mencapai ke ITB, kami tidak perlu menaiki angkot, cukup jalan kaki.

ITB saat itu sungguh terlihat ramai. Banyak mahasiswa berjumbel memenuhi lataran ITB. Di Aula ITB terdapat acara semacam seminar Global Warming. Tampak banyak peserta mengantri untuk registrasi di sana. Tampak pula beberapa wartawan kampus yang sedang menyiapkan peralatannya.

Rombongan kami sedang bingung mencari tempat registrasi lomba ITBPC. Angga pun menghubungi teman TOKI-nya yang menjadi panitia ITBPC. Setelah itu, kami diantar oleh teman Angga itu menuju ke Aula IPTEK ITB. Kami registrasi ulang dengan menunjukkan KTM.

Ruangan Aula IPTEK ini sudah tak asing lagi bagi saya, Fendi, dan Angga. Karena pada bulan April tahun lalu, kami berkesempatan untuk mengikuti final lomba Arkavidia. Pembukaan lomba tersebut dilaksanakan di Aula tersebut.

Acara dibuka oleh pelatih TOKI biro ITB sekaligus dosen Teknik Informatika STEI ITB – saya lupa nama beliau. Beliau menyampaikan bahwasanya saat itu pihak dekanat STEI tidak berkesempatan untuk menghadiri karena sedang menghadiri agenda yang lebih penting. Beliau menyampaikan bahwa di ajang ITBPC ini, diharapkan akan menjadi tidak sekedar kompetisi biasa, tetapi juga bisa menjadi ajang silahturahmi dan saling mengenal di antara peserta.

Setelah pembukaan usai, kami digiring menuju ke labtek V gedung Benny Subianto. Laboratorium tersebut juga merupakan laboratorium yang sama saat saya mengikuti Arkavidia dulu. Tim saya duduk tepat di belakang Tim Anggakara. Sebelum lomba dimulai pukul 10.00, kami dipersilakan untuk beradaptasi dengan OS Fedora dan IDE GEdit komputer di lab tersebut.

“Teng”, jam menunjukkan pukul 10.00. Babak final lomba dilaksanakan selama 5 jam, mulai dari pukul 10.00 sampai pukul 15.00. Lima jam tersebut kami memeras otak habis – habisan. Tampak jelas counting-down stop watch yang ditampilkan di layar LCD.

Saat itu, tim saya bisa menyelesaikan 3 soal, sementara tim Anggakara dapat menyelesaikan 5 soal. Angga nampak sedih karena dia sebenarnya mampu mengerjakan lebih cepat daripada itu. Hal yang menyebabkan dia gagal adalah kesalahan – kesalahan kecil karena dia tidak teliti. Namun bagi saya, memang sulit menjadi juara di kompetisi Pemrograman tingkat nasional.

Makan siang disiapkan di ruang depan laboratorium. Seusai kami berkompetisi, kami makan siang secara bersama – sama. Menu saat itu adalah ayam, tempe, dan buah – buahan. Suasananya terlihat lebih kekeluargaan karena kami makan secara bersama – sama dalam satu kelas yang lumayan sempit.

Penutupan dilaksanakan saat hari itu juga. Setelah kami makan, kami digiring kembali menuju Aula IPTEK untuk menghadiri acara penutupan. Acara ini diisi selain sambutan penutup, diisi pengumuman juara dan sesi foto bersama. Juara pertama adalah tim Binus, disusul berturut – turut oleh : UI, STMIK Medan, Binus, dan UGM. ITS belum mendapatkan dewi fortuna-nya.