Berkontribusilah : Kunci untuk Menjadi Sosok Tauladan

by DEWA


Untuk menjadi seorang yang berpengaruh terhadap komunitas atau organisasi , kita harus bisa menginspirasi orang lain. Salah satu cara yang paling ampuh untuk melakukan itu adalah dengan berkontribusi nyata terhadap organisasi kita. Kontribusi merupakan kunci pertama yang wajib dimiliki sosok tauladan.

Berkontribusilah. Kata tersebut singkat namun sangat padat jika kita mampu mengartikannya dengan benar. Memang benar, berkontribusi jika diartikan secara harfiah / arti kata, kontribusi merupakan memberikan sesuatu kepada sebuah entitas. Akan tetapi, jika kita menelaah lebih dalam mengenai itu, berkontribusi memiliki empat poin penting yang harus diterapkan. Empat poin penting tersebut adalah kontribusi secara optimal, kontribusi berdasar atas keloyalan, kontirbusi secara ikhlas, dan kontribusi berdasar atas kebanggaan.

Kontribusi secara optimal, merupakan poin pertama dari poin – poin penting tentang hakekat berkontribusi. Optimal merupakan perpaduan dari kata efektif dan efisien. Perpaduan dari kata tersebut menghasilkan hasil kerja yang maksimal dengan kebutuhan, baik kebutuhan tenaga dan kebutuhan waktu, yang minimal. Perbedaan yang nyata dari kontribusi secara maksimal dan kontribusi secara optimal adalah pada aspek Contoh mudahnya adalah jika kita diamanahi sebagai seorang koordinator perlengkapan dalam sebuah acara. Berkontribusi secara optimal adalah jika kita melakukan semua tanggung jawab kita sesuai dengan posisi sebagai koordinator perlengkapan, yakni mengkoordinaskan seluruh kebutuhan perlengkapan pada hari H. Kita tidak perlu untuk menangani hal – hal lain yang tidak berhubungan dengan perlengkapan.

Keloyalan merupakan pondasi kuat untuk menjadikan proses kontibusi kita tetap konsisten. Jika kita telah loyal terhadap organisasi yang kita ikuti, tidak terasa semua yang kita lakukan merupakan sebuah keharusan yang tidak memberatkan bagi kita untuk menjalananinya.

Poin penting yang lain adalah kita harus berkontribusi secara ikhlas atau tanpa pamrih. Beberapa mindset yang harus ditanamkan ke benak aktifis pergerakan saat ini adalah bahwa kita akan mendapat suatu manfaat sebesar apa yang telah kita berikan kepada organisasi tempat kita mengembangkan diri. Semakin sering seseorang itu memberi sesuatu, semakin banyak juga kita akan mendapat faedah dari apa yang telah kita kerjakan. Semisal kita sering manjadi pemimpin forum dalam agenda organisasi, kita secara otomatis akan terlatih untuk mampu berbicara di depan umum.

Jika kita telah melakukan ketiga poin di atas, secara tidak terasa kita akan melakukan semua itu dengan rasa bangga atas kontribusi kita. Tahapan ini merupakan tahapan paling idealis seorang aktifis organisasi dalam berkontribusi. Tidak sekedar ikhlas dan berdasar atas keloyalan saja mereka berkontribusi, akan tetapi mereka akan membanggakan kontribusi apa yang telah mereka lakukan terhadap organisasi mereka. Mereka akan berlomba – lomba untuk memberikan kontribusi seoptimal mungkin terhadap organisasi tempat mereka mengembangkan diri.

Sosok yang mampu menginspirasi linkungan – atau bahasa lainnya adalah Role Model – haruslah merupakan seseorang yang telah mencangkup keempat poin di atas dalam hal berkontribusi. Dengan berkontribusi nyata, lingkungan akan secara otomatis menjadikan mereka tauladan dan kiblat dalam berkontribusi terhadap organisasi.