Training Jurnalistik – Ragam Media dan Artikel Yang Layak Terbit

by DEWA


Artikel ini merupakan rangkuman kegiatan Training Jurnalistik PPSDMS yang disampaikan oleh Uzt. Sapto pada 2-3 Oktober 2010. Pembahasan masalah ini merupakan dasar dalam membuat sebuah tulisan yang menarik. Membuat sebuah tulisan di media wajib memenuhi kriteria kelayakan karena media akan dipublikasikan ke kalayak umum.

Ragam media dan jenis tulisan yang dimuat dapat dispesifikasikan sebagai berikut:

NO MEDIA SUBSTANSI FORMAT GAYA AKTUALITAS
1. Surat Kabar Umum Artikel Berita/ Feature/ Opini Populer Straight to the Point Harian
2. Majalah Umum/Khusus Feature/ Investigasi Indepth Story Pekanan/ Bulanan
3. Media Online Umum/Instan Artikel Populer/ Feature/ Instan Instant News/ Following News Jam-jaman
4. Jurnal Ilmiah Khusus/Akademis Artikel Ilmiah/ Paper Ilmiah/ Argumentatif Bulanan/ Triwulana/ Semesteran/ Tahunan

 

Dalam diskusi, peserta diberi pertanyaan yang berkaitan dengan tulisan. Beliau kemudian membahas tulisan yang telah kami buat agar kita bisa lebih mengerti tentang tulisan.

Berikut adalah penggolongan tulisan berdasarkan sifat – sifatnya :

NO ARTIKEL DASAR FORMAT TARGET
1. Artikel Berita (Hard News) Fakta/ Peristiwa Singkat dan padat/ deskriptif Menginformasikan
2. Artikel Khas (Soft News) Fakta/ Peristiwa Panjang dan bertutur/ naratif Mengungkap sesuatu di balik fakta
3. Artikel Opini Fakta dan Pendapat Singkat dan argumentatif Menjelaskan dan mempertahankan pendapat
4. Karya Fiksi Khayalan Singkat /Cerpen atau Panjang / Cerber-Novel, imajinatif Menggugah perasaan

 

Banyak jenis media   yang dapat kita temui. Dari beberapa jenis tersebut terdapat perbedaan dan kesamaannya. Misal, dalam media bentuk majalah, pembaca akan ditawarkan bacaan yang bersifat in-depth story. Berbeda juga pada bentuk media online. Pada media online, pembaca lebih ditawarkan ke berita yang selalu up-to-date dan singkat – singkat.

Dalam membuat artikel, penulis boleh menyisipkan opininya melalui artikel yang dibuat. Pastinya dalam menyisipkan sebuah opini, penulis butuh menguasai teknik – teknik penyampaian materi yang khusus, tidak langsung secara vulgar bahwa penulis menyatakan pendapatnya.

Ada juga sebuah karya lain seperti Karya Fiksi dimana kita bebas untuk menentukan segala hal tentang ceirta tersebut,bisanya bercerita tentang kehidupan penulisnya sehingga akan banyak sekali pesan – pesan komunikasinya yang harapannya bisa memunculkan perubahan perilaku yang lebih baik.

Untuk mengembangkan kemampuan kita berpikir secara logis dan analitis maka sebaiknya kita lebih banyak bermain di artikel opini yang ada beberapa contoh untuk itu :

•          Deskripsi: Menjelaskan fakta apa adanya secara detail dan mengungkapkan karakteristik khas yang terkandung dalam setiap fakta tersebut.

•          Narasi: Menguraikan fakta secara kronologis/ spasiologis dan menyimpulkan maknanya.

•          Argumentasi: Menjelaskan fakta yang terjadi dan sebab-akibat yang ditimbulkan dari rangkaian fakta lain.

Saat menulis artikel ke media kita perlu mempertimbangkan beberapa aspek di bawah ini :

•          Kebaruan (aktualitas)

•          Ketokohan (prominence)

•          Keunikan (uniqueness)

•          Kedekatan (proximity)

•          Konflik (kontradiksi kepentingan)

•          Human Interest (manusiawi)

Dari aspek diatas maka dapat disimpulkan bahwa sebuah tulisan menarik itu bisa dinikmati pembacanya maka aspek diatas haruslah di penuhi karena aspek diatas saling melengkapi satu sama lain.