Tugas #2 KP : Oracle Database Server Management

by DEWA


Selesai membuat program sekaligus dokumen Standard Operational Procedure (SOP) tugas pertama – ISAT Text to XML Converter 1.0, pak Kelik memberi tugas selanjutnya dalam kerja praktik yang saya jalani ini. Tugas kedua saya adalah – bahasa kerenya – Oracle Database Server Management. Akan tetapi, tidak seluruh aspek database server management yang saya urusi. Saya ditugasi mencari tahu dan mengimplementasikan prosedur backup-restore database saja.

Di Indosat, komputer database server yang sedang saya tangani ada dua buah. Kedua komputer server tersebut dipisah di gedung yang berlainan. Satu komputer server berperan sebagai core dari Oracle Database Server. Satu komputer server yang lain berperan sebagai tempat penyimpanan data dan hasil dari proses back-up database. Hal ini bukan merupakan masalah yang besar, karena selama terhubung dalam suatu jaringan, dua komputer yang terpisahkan oleh gedung yang berbeda pun seakan – akan terletak berdampingan.

Meskipun saat magang sebagai calon administrator Laboratorium Pemrograman Teknik Informatika ITS, saya melakukan riset mengenai Oracle Database Server, jujur saja, saya masih belum memiliki oengetahuan yang mendalam mengenai management database. Apalagi ini merupakan hal yang vital. Jika saya melakukan kesalahan pada prosedur backup atau restore database, saya terbayang – akan terjadi hal yang tidak diinginkan pada sistem database perusahaan.

Yah, kalau saya tetap takut dan berpikiran pesimis, kapan bisanya. Kepada pak Kelik, saya berkeluh kesah atas kekhawatiran saya mengenai kemungkinan resiko yang terjadi jika saya melakukan kesalahan dalam proses (percobaan) back-up dan restore. Beliau lantas menerangkan bahwa hal tersebut tidak masalah, karena sudah terdapat file back-up jika terjadi masalah – masalah mengenai database. Dengan demikian, saya bisa menghilangkan kekhawatiran dan mulai bereksperimen di server langsung.

Saya tidak perlu bekerja di lokasi server langsung, suatu kebodohan jika saya melakukan hal tersebut😀. Bisa dibayangkan jika saya melakukan hal itu, saya akan bolak – balik dari gedung satu ke gedung satunya lagi. Saya tinggal meremote kedua komputer server melalui laptop saya. Wow, baru kali ini saya meremote dua buah server yang benar – benar berskala enterprise.

Dengan belajar melalui literatur – literatur di Internet, saya mulai melakukan proses back up database. Saya sempat kesulitan karena belum familiar dengan GUI Oracle 9i. Untung saja, ada cara praktis untuk melakukan logical back-up melalui Command Prompt. -baru kali ini, saya lebih memilih menggunakan command prompt daripada GUI.😀 Alhasil, seluruh prosedur back-up dan restore saya lakukan melalui Command Prompt Windows.

Betapa terkejutnya saya, ketika mengetahui file .dmp hasil dari proses back up database. Ukuran filenya bisa sampai 70GB. Luar biasa !! Pegawai biasanya menggunakan media Tape HP DAT 72 yang memiliki kapasitas penyimpanan hingga 72 GB untuk menyimpan file backup.

Saya mencoba “mengecilkan” file tersebut dengan metode kompresi .Rar. Proses kompresi mejadi file .Rar berlangsung cukup lama, sekitar 2 jam. Saat proses masih 80%, saya sedikit curiga. Betapa tidak, file .dmp yang berukuran hampir 70GB, dikompres dengan 80% dari hasil kompresi hanya berukuran 3GB. Jangan – jangan file tersebut corrupt. Saya menunggu sampai proses kompresi selesai.

Ternyata, saya terkejut kedua kalinya. Hasil kompresi file.dmp menjadi file arsip .rar sungguh mencenangkan. File .dmp yang berukuran 70GB sebelum dikompres, menjadi file .rar yang hanya berukuran 4GB. File mengecil menjadi 5% dari ukuran awal. File tersebut pun tidak corrupt, hal itu saya buktikan dengan mengekstrak kembali file arsip menjadi file mentah .dmp. Wow, sebuah pelajaran baru. Selama ini, saya belum menemui rasio kompresi 4 : 70. Ternyata tipe file yang berbeda, jika dilakukan proses kompresi, maka ukuran dari file arsip pun bisa berbeda – beda.

Hari ini – saat saya menulis tulisan ini – saya sudah menyelesaikan Standard Operational Procedure tugas kedua saya. Entah apalagi yang menjadi tugas kerja praktik saya selanjutnya. Semoga lebih menantang dan bisa memberi wawasan baru kepada saya. Amin.