Peran Kaderisasi di Lingkungan Kampus Teknik Informatika ITS sebagai Pembekal Dunia Pascakampus

by DEWA


Fase mahasiswa merupakan fase pembekalan sebelum seorang individu terjun ke dunia kerja. Yang dimaksud dengan pembekalan tidak hanya berupa pembekalan kemampuan teknis dan akademis terkait materi yang diperoleh diperkuliahan, tetapi juga berupa pembekalan seluruh kebutuhan yang dibutuhkan dalam dunia kerja.

Banyak yang perpendapat bahwa banyak hal yang lebih penting dari kompetensi mata kuliah dan harus dikuasai oleh mahasiswa. Salah satunya Pak Anies Baswedan. Beliau berkata bahwa IPK hanya dapat membawa kita lolos sampe tahap interview, sedangkan jiwa kepemimpinan yang tinggi akan membawa kita ke masa depan yang jauh lebih baik.

Ranah dunia kerja lulusan Teknik Informatika ITS adalah sebagai profesional, akademisi, dan pengusaha. Ketiga ranah kerja tersebut sama – sama membutuhkan beberapa kompetensi yang tidak bisa diraih di bangku perkuliahan saja. Menanggapi hal tersebut, lahirlah gerakan kemahasiswaan, yang dalam hal ini dilakukan oleh HMTC (Himpunan Mahasiswa Teknik Computer-Informatika), yang bertujuan untuk membagun kompetensi – kompetensi di luar bangku perkuliahan.

Dalam ranah kerja profesional IT, lulusan Teknik Informatika diharapkan mampu berperan sebagai pendukung teknologi informasi dari fokus bisnis utama perusahaan. Sebagian besar profesional IT bekerja dengan sarjana lulusan jurusan lain, misal sarjana akuntansi, kedokteran, farmasi, ekonomi, atau jurusan – jurusan yang menggunakan IT untuk mendukung fokus kerjanya. Oleh karena itu, dibutuhkan sifat luwes dan mampu bekerja sama dalam tim untuk menjadi prosesional IT yang baik.

Selain itu, lulusan Teknik Informatika mampu menciptakan peluang kerja sendiri. Menjadi pengusaha akan secara otomatis menjadi pemimpin. Selain itu, harus bisa bersifat fleksibel saat bergaul dengan orang lain.

Beberapa lulusan Teknik Informatika memilih untuk melanjutkan karir dalam bidang akademis. Setelah lulus dari S1 Teknik Informatika ITS, mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Menjadi pengajar atau peneliti merupakan capaian utamanya. Dibutuhkan kegigihan dan sikap tidak pantang menyerah untuk mencapai tujuan akademis tersebut.

Dari ketiga orientasi ranah pekerjaan di atas, telah nampak jelas bahwasanya dibutuhkan proses pembekalan pembentukan karakter sesuai dengan kebutuhan kerja. Sebagian hal tersebut dapat diperoleh dalam proses kaderisasi HMTC.

Pada ranah profesional IT misalnya, pembentukan konsep angkatan, pemberian tugas komunal angkatan, atau menyelesaikan masalah – masalah angkatan merupakan pembekal dasar untuk menanamkan rasa kepedulian terhadap sesama dan kemampuan bekerja sama dalam tim. Hal yang sama diterapkan dalam pembekalan sikap kegigihan dan sikap tahan banting untuk keperluah ranah akademik. Dalam kaderisasi terdapat beberapa pengkondisian. Hal tersebut akan memacu mahasiswa untuk mampu beradaptasi dan tidak akan menyerah dalam kondisi apapun.

Begitu juga pada ranah wirausaha di bidang IT, Owner dari Software House misalnya. Software yang baik adalah software yang mampu menyajikan solusi IT secara tepat sasaran terhadap permasalahan yang terjadi pada perusahaan client. Bagaimana bisa mengidentifikasi permasalahan, kalau tahu permasalahannya apa saja belum bisa. Oleh karena itu, dalam proses kaderisasi HMTC ditanamkan nilai – nilai kepekaan terhadap permasalahan.

Seluruh nilai pada proses kaderisasi seharusnya diproyeksikan jauh – jauh ke depan dan berorientasi untuk membekali mahasiswa akan kebutuhan saat di dunia kuliah dan kebutuhan saat memasuki dunia pascakampus. Terkadang saja penyerapan nilai – nilai tersebut kurang optimal karena mahasiswa yang pada proses tersebut menjadi subjek kaderisasi, merasa bahwa mereka merupakan objek kaderisasi. Dengan demikian mereka bersikap pasif dalam mengikuti proses kaderisasi. Padahal, jika mereka bersikap seperti itu, mereka justru tidak akan mendapatkan nilai positif dari proses kaderisasi.

Mahasiswa Teknik Informatika ITS seharusnya sadar bahwasanya terdapat banyak kompetensi wajib yang selama ini belum mereka dapat di bangku kuliah. Oleh karena itu, untuk memperoleh manfaat dari proses pembekalan tahun pertama, kedua, ketiga, dan keempat mereka harus mengikuti proses dan alur kaderisasi HMTC.