Future Leader Summit 2011

by DEWA


IMG_6308

Minggu, 22 Mei 2011, terdapat perhelatan tingkat Nasional di Universitas Diponegoro Semarang. Acara ini bernama Future Leader Summit (FLS) 2011. FLS 2011 diikuti oleh mahasiswa berbagai Universitas di Indonesia. FLS 2011 mempunyai tema “We are not talking about change, but we are making a change !!”. FLS 2011 mengahdirkan pembicara – pembicara hebat, seperti Kang Goris Mustakim, M Iman Usman, dll.

Berbeda dengan seminar atau forum yang lain, FLS 2011 bukan sekedar datang, duduk, mendengarkan pembicara presentasi, dan pulang. Pada FLS 2011 terdapat enam room : ENVIRONMENT; SPORT, ART AND CULTURE; BUSINESS DEVELOPMENT; EDUCATION; CREATIVE WRITING, dan RESEARCH yang dibagi berdasarkan fokus peserta. Pada tiap room tersebut, peserta berdiskusi untuk merencanakan project nyata untuk perbaikan Indonesia.

Setelah sambutan dan pembukaan oleh salah seorang Pembantu Rektor Undip, sesi awal yang menarik dari FLS 2011 adalah presentasi oleh M. Iman Usman.

Iman Usman (19) lahir di Padang pada 21 Desember 1991. Minatnya yang tinggi terhadap pemberdayaan dan memperjuangkan hak-hak anak telah membawanya mengikuti dan mengembangkan bermacam aktifitas yang diinisiasi dan untuk anak muda. Dia telah aktif menjadi volunteer sejak umur 10 tahun dengan mendirikan kursus dan perpustakaan gratis untuk anak-anak di lingkungan sekitarnya. Pada tahun 2009, Iman mendirikan Indonesian Future Leaders, sebuah organisasi Non Profit kepemudaan yang bertujuan untuk memberdayakan anak muda agar dapat membawa perubahan dan solusi yang berkesinambungan terhadap masalah-masalah sosial.

Dalam presentasinya, Iman bercerita banyak mengenai program Indoensian Future Leaders miliknya. Selain itu, dia juga bercerita tentang teman – teman yang dia temui di sebuah youth summit di Amerika yang sangat menginspirasi. Ia juga berbagi ilmu bagaimana peran pemuda seharusnya, bagaimana tips untuk menvisualisasikan dan kemudian mencapai visi kita, dan banyak hal yang lain.

Setelah itu, peserta memasuki room-nya masing – masing. Pada tiap room terdapat pembicara yang mimiliki kompetensi sesuai dengan bidang room itu. Sesi selanjutnya adalah presentasi dari pembiacara room.

Saya memilih room RESEARCH. Pada room  ini, terdapat dua nara sumber hebat. Beliau – beliau adalah :

Pak Muhlasin

Sosok pria yang satu ini tidak diragukan lagi prestasinya dalam bidang penelitian. Beliau pernah menjuarai PIMNAS XX DIKTI. Beliau juga telah berhasil menemukan metode pembelajaran digital game trigonometri dan software aksara Jawa. Atas karyanya tersebut, Muhlasin, yang akrab disapa Cak Sin, mendapat penghargaan dari UNESCO. Cak Sin terpilih sebagai salah satu peneliti remaja Indonesia dan menjadi inspirasi bagi kita semua.

Pak Slamet Budi Cahyono

Budi merupakan salah satu change makers di Universitas Brawijaya. Perubahan yang beliau lakukan fokus kepada penelitian dan memilih Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) sebagai alat atau sarana untuk meningkatkan minat, bakat dan bargaining positionfakultas bahkan universitas beliau terhadap penelitian. Beliau membuat roadmap, target dan tim penggerak untuk mewujudkan mimpi tersebut. Kerja keras beliau tidak berujung sia-sia karena beliau dapat mencapai target yang diinginkan dengan menjuarai PIMNAS XXI dan XXII. Beliau juga mendapat Juara 1 pada. Lomba Karya Inovatif LIPI dan DKP RI. Pada tahun 2010 beliau juga tepilih sebagai Pemuda Andalan Nusantara.

Kedua pembicara tersebut, pada dasarnya memotivasi peserta untuk melakukan riset. Pembicara juga berbagi tips bagaimana cara untuk mengkonkretkan ide dalam sebuah riset. Pembicara tak henti – hentinya menanamkan mindset bahwasanya Riset itu tidak identik dengan “"kaku”, “kutu buku”, “geek”, dan istilah yang semacamnya. Riset itu menyenangkan !!

Sesi selanjutnya adalah sesi follow up dari materi – materi sebelumnya. Pada sesi kali ini, peserta berdiskusi untuk mengkonkretkan ide dalam sebuah project. Awalnya peserta dibagi lagi dalam kelompok kecil : Kelompok Eksak, Kelompok Sosial, dan Kelompok Sastra. Tiap kelomok ber-brain storming mengenai project yang akan dilaksanakan. Setelah itu, ketiga kelompok bergabung dan menyampaikan ide project di kelompok masing – masing. Alhasil, tercipta sebuah ide gabungan dari tiga kelompok kecil tersebut. Ide project room RESEARCH FLS 2011 adalah OneHeroOneBlood, sebuah aksi sosial pembudayaan donor darah. Sasaran utamanya adalah anak – anak SMA.

Sungguh FLS 2011 merupakan acara yang sangat menyenangkan. Tidak hanya mendapat kenalan yang luar biasa, tetapi dari sini saya juga banyak belajar mengenai peran pemuda, mengenai budaya riset, dan mengenai perjuangan dalam perjalanan Surabaya-Semarang-Surabaya ( Open-mouthed smile insyaAllah pengalaman tersebut saya bagi di pos selanjutnya)